Webinar 22 Agustus 2026_Deteksi Dini hingga Penatalaksanaan Terkini Kanker Hati: Pendekatan Multidisiplin dalam Praktik Klinis
Kanker hati, khususnya karsinoma hepatoseluler (hepatocellular carcinoma/HCC), merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat kanker di dunia dan masih menjadi tantangan besar dalam praktik klinis di Indonesia. Tingginya angka kejadian penyakit hati kronik, seperti hepatitis B, hepatitis C, dan sirosis hati, berkontribusi terhadap meningkatnya risiko terjadinya kanker hati. Sayangnya, sebagian besar kasus masih terdiagnosis pada stadium lanjut sehingga pilihan terapi menjadi lebih terbatas dan angka harapan hidup pasien menurun. Deteksi dini memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan keberhasilan terapi dan kualitas hidup pasien. Tenaga kesehatan perlu memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai faktor risiko, metode skrining, tanda dan gejala awal, serta kriteria rujukan yang tepat agar pasien dapat memperoleh penanganan secara optimal. Selain itu, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran telah menghadirkan berbagai pilihan terapi yang semakin efektif, mulai dari tindakan operatif hingga terapi paliatif yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup pasien. Penatalaksanaan kanker hati memerlukan pendekatan multidisiplin yang melibatkan berbagai profesi kesehatan. Kolaborasi antara dokter umum, dokter spesialis bedah digestif, dokter spesialis anestesi, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya sangat diperlukan dalam menentukan strategi terapi yang sesuai berdasarkan kondisi klinis pasien. Pemahaman mengenai kapan pasien harus dirujuk, indikasi tindakan pembedahan, serta tata laksana nyeri yang efektif menjadi aspek penting dalam pelayanan yang berorientasi pada keselamatan dan kenyamanan pasien. Melalui webinar bertema “Deteksi Dini hingga Penatalaksanaan Terkini Kanker Hati: Pendekatan Multidisiplin dalam Praktik Klinis”, peserta diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dalam mengenali kanker hati sejak dini, memahami peran pembedahan pada kasus karsinoma hepatoseluler, serta mengoptimalkan manajemen nyeri sebagai bagian integral dari perawatan pasien. Kegiatan ini diharapkan mampu mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan melalui penerapan praktik klinis yang berbasis bukti dan kolaborasi multidisiplin.

Webinar 08 Agustus 2026_Pemberian ASI pada Ibu Sakit dan Bayi Kritis: Strategi Aman dan Kolaboratif dalam Praktik Klinis
Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi terbaik bagi bayi yang memiliki manfaat penting dalam menunjang pertumbuhan, perkembangan, serta sistem imun bayi, khususnya pada neonatus risiko tinggi dan bayi kritis. Pemberian ASI secara optimal terbukti dapat menurunkan angka morbiditas dan mortalitas neonatal, mempercepat pemulihan, serta meningkatkan kualitas hidup bayi dalam jangka panjang. Namun, dalam praktik klinis, proses pemberian ASI sering kali menghadapi tantangan yang kompleks, terutama pada kondisi ibu sakit, bayi prematur, bayi dengan gangguan medis, maupun bayi yang menjalani perawatan intensif di NICU. Ibu dengan kondisi klinis khusus sering mengalami hambatan dalam proses menyusui, baik akibat penyakit yang diderita, penggunaan terapi tertentu, kondisi psikologis, maupun keterbatasan fisik selama masa perawatan. Di sisi lain, bayi kritis dan neonatus risiko tinggi membutuhkan pendekatan pemberian nutrisi yang aman, tepat, dan berbasis evidence-based practice agar kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi tanpa mengabaikan aspek keselamatan pasien. Situasi ini menuntut tenaga kesehatan untuk memiliki kompetensi yang komprehensif dalam mendukung keberhasilan laktasi dan tata laksana ASI pada kondisi khusus. Pendampingan laktasi yang efektif memerlukan kolaborasi multidisiplin antara bidan, dokter, perawat NICU, konselor laktasi, dan tenaga kesehatan lainnya. Implementasi family-centered care juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan keterlibatan keluarga selama proses perawatan bayi kritis, sehingga dapat mendukung keberhasilan pemberian ASI serta memperbaiki outcome klinis bayi. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang terintegrasi mengenai strategi aman dan kolaboratif dalam praktik pemberian ASI pada ibu sakit dan bayi kritis. Berdasarkan hal tersebut, webinar ini diselenggarakan sebagai sarana edukasi dan penguatan kompetensi tenaga kesehatan dalam memahami pendampingan laktasi pada ibu dengan kondisi klinis khusus, tata laksana pemberian ASI pada neonatus risiko tinggi berbasis evidence-based practice, serta implementasi dukungan ASI dan family-centered care di NICU. Melalui kegiatan ini diharapkan peserta mampu meningkatkan kualitas pelayanan maternal dan neonatal secara holistik, aman, dan berorientasi pada keselamatan pasien serta peningkatan outcome bayi kritis. Sabtu 08 Agustus 2026 Jam 07.30 WIB Tema : “Pemberian ASI pada Ibu Sakit dan Bayi Kritis: Strategi Aman dan Kolaboratif dalam Praktik Klinis” Narasumber Ahli : Dr. Istirochah, S.SiT, Bd, M.Kes dr Kartika Sari Widuri, SpA, IBCLC Septiasari Suprobowati,S.Kep.,Ns

Webinar 25 Juli 2026_Kolaborasi Multidisiplin dalam Optimalisasi Asuhan dan Keselamatan Pasien dengan Penyakit Ginjal Kronik
Penyakit Ginjal Kronik (PGK) merupakan salah satu masalah kesehatan global yang terus mengalami peningkatan prevalensi dan menjadi penyebab morbiditas serta mortalitas yang tinggi. Pasien dengan PGK sering kali menghadapi berbagai komplikasi multisistem, mulai dari gangguan kardiovaskular, gangguan cairan dan elektrolit, hingga komplikasi respirasi seperti efusi pleura yang dapat memperburuk kondisi klinis pasien. Kompleksitas kondisi tersebut menuntut penatalaksanaan yang komprehensif, berkesinambungan, dan melibatkan kolaborasi multidisiplin antar tenaga kesehatan. Dalam praktik klinis, keberhasilan tata laksana pasien PGK tidak hanya ditentukan oleh terapi medis semata, tetapi juga oleh integrasi pelayanan yang berfokus pada keselamatan pasien (patient safety), kualitas asuhan keperawatan, serta koordinasi antarprofesi kesehatan. Pendekatan comprehensive kidney care menjadi penting untuk memastikan pasien mendapatkan pelayanan yang optimal, mulai dari deteksi dini, pengelolaan komplikasi, edukasi pasien, hingga peningkatan kualitas hidup pasien secara menyeluruh. Salah satu komplikasi yang cukup sering ditemukan pada pasien PGK adalah efusi pleura, yang dapat terjadi akibat overload cairan, gagal jantung, infeksi, maupun komplikasi lain yang berkaitan dengan gangguan fungsi ginjal. Penatalaksanaan efusi pleura pada pasien PGK memerlukan pemahaman klinis yang tepat serta kerja sama lintas profesi agar diagnosis dan terapi dapat dilakukan secara aman, efektif, dan sesuai prinsip patient safety. Di sisi lain, peran perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang holistik juga sangat penting dalam mendukung keberhasilan terapi pasien PGK. Integrasi asuhan keperawatan dengan prinsip keselamatan pasien menjadi bagian integral dalam mencegah risiko komplikasi, meningkatkan kepatuhan terapi, serta memastikan kontinuitas pelayanan kesehatan yang berkualitas. Berdasarkan hal tersebut, diperlukan suatu kegiatan ilmiah berupa webinar yang mampu menjadi sarana peningkatan kompetensi tenaga kesehatan melalui pembahasan terkini mengenai kolaborasi multidisiplin dalam optimalisasi asuhan dan keselamatan pasien dengan Penyakit Ginjal Kronik. Webinar ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta pemahaman peserta dalam memberikan pelayanan yang komprehensif, aman, dan berbasis kolaborasi interprofesional. Sabtu 25 Juli 2026 Jam 07.30 WIB Tema: "Kolaborasi Multidisiplin dalam Optimalisasi Asuhan dan Keselamatan Pasien dengan Penyakit Ginjal Kronik" Narasumber Ahli: 1. dr. Ita Murbani Handajaningrum, MHKes, Sp.PD-KGH,FINASIM 2. dr. Nur Santi,Sp.P, FISR 3. Ns. Harmilah, S. Pd, S. Kep, M. Kep, Sp. KMB

Webinar 12 September 2026_Oral-Systemic Connection: Peran Strategis Dokter Gigi dalam Deteksi Dini dan Tata Laksana Penyakit Sistemik
Kesehatan rongga mulut tidak lagi dapat dipandang sebagai entitas yang terpisah dari kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Konsep oral-systemic connection semakin mendapatkan perhatian dalam praktik klinis modern, di mana berbagai penelitian menunjukkan adanya hubungan erat antara penyakit oral khususnya periodontitis dengan berbagai penyakit sistemik seperti diabetes melitus, penyakit kardiovaskular, gangguan kehamilan, hingga penyakit inflamasi kronis lainnya. Hal ini menegaskan bahwa rongga mulut dapat menjadi cerminan awal dari kondisi sistemik yang mendasari. Dokter gigi memiliki posisi strategis sebagai frontline health professional dalam mendeteksi tanda-tanda awal penyakit sistemik melalui manifestasi klinis di rongga mulut. Lesi mukosa, perubahan jaringan periodontal, hingga kondisi inflamasi kronis dapat menjadi indikator penting yang sering kali muncul lebih awal sebelum gejala sistemik terdiagnosis secara medis. Namun demikian, peran ini belum sepenuhnya dioptimalkan dalam praktik sehari-hari, baik karena keterbatasan pemahaman lintas disiplin maupun kurangnya integrasi dalam sistem pelayanan kesehatan. Di sisi lain, hubungan dua arah antara penyakit oral dan sistemik juga menuntut pemahaman yang lebih mendalam mengenai mekanisme patogenesis yang mendasari. Interaksi kompleks antara respon imun, inflamasi kronis, dan faktor mikrobiologi menjadi dasar penting dalam menentukan strategi tatalaksana yang efektif dan komprehensif. Tanpa pendekatan yang terintegrasi, penanganan yang dilakukan berpotensi tidak optimal dan dapat meningkatkan risiko komplikasi jangka panjang. Selain itu, dampak penyakit sistemik terhadap kesehatan rongga mulut juga tidak dapat diabaikan. Kondisi seperti diabetes yang tidak terkontrol, gangguan hematologi, maupun efek samping terapi medis tertentu dapat memperburuk status kesehatan oral pasien. Oleh karena itu, kolaborasi interprofesional antara dokter gigi, dokter spesialis penyakit dalam, serta tenaga kesehatan lainnya menjadi kunci dalam memberikan pelayanan kesehatan yang holistik dan berorientasi pada pasien. Berdasarkan hal tersebut, diperlukan suatu forum ilmiah yang mampu meningkatkan pemahaman, memperkuat kompetensi, serta mendorong sinergi antar profesi dalam mengelola keterkaitan antara kesehatan oral dan sistemik. Webinar ini diharapkan dapat menjadi wadah edukasi yang komprehensif bagi tenaga kesehatan untuk memahami peran strategis dokter gigi dalam deteksi dini penyakit sistemik, mengkaji interaksi patogenesis antara penyakit oral dan sistemik, serta memperkuat kolaborasi interprofesional dalam praktik klinis sehari-hari. Dengan demikian, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dapat tercapai melalui pendekatan yang lebih integratif, preventif, dan berbasis bukti (evidence-based practice), sejalan dengan tuntutan pelayanan kesehatan modern. Sabtu 12 September 2026 Jam 07.30 WIB Tema: "Oral-Systemic Connection: Peran Strategis Dokter Gigi dalam Deteksi Dini dan Tata Laksana Penyakit" Narasumber Ahli: 1. Prof. drg. Tetiana Haniastuti M.Kes., Ph.D, PBO 2. Dr.drg.Pitu Wulandari,S.Psi.,Sp.Perio Subsp MP (K) 3. dr. Diana Novitasari, Sp. PD, K-EMD, FINASIM

Tentang LKP Yapindo
PT Yapindo Jaya Abadi adalah lembaga kursus pelatihan kesehatan terkemuka yang berlokasi di Jl. Tanjung Duren Raya No.89 C, Jakarta Barat. Kami berkomitmen untuk memberikan pendidikan dan pelatihan berkualitas tinggi bagi individu yang ingin mengembangkan keterampilan dan pengetahuan di bidang kesehatan. Dengan lingkungan belajar yang mendukung, kami menginspirasi peserta untuk mencapai potensi terbaik mereka.

Visi & Misi
Visi:
Menjadi lembaga pelatihan kesehatan terpercaya di Indonesia, mencetak tenaga profesional yang kompeten, etis, dan siap menghadapi tantangan global.
Misi:
- Menyediakan program pelatihan kesehatan berbasis kebutuhan industri.
- Meningkatkan keterampilan peserta melalui pendekatan pembelajaran praktis dan inovatif.
- Mendukung pengembangan karier dengan sertifikasi yang diakui secara nasional dan internasional.
Legalitas

Sertifikat Merk
No. Pendaftaran: IDM001387802
Izin Operasional LKP
NOMOR 1/A.5a/31.73.02.1005.16.K-2/3/TM.08.18/e/2025
Nomor Induk Berusaha (NIB)
NIB: 0220200351087
Webinar Terbaru
Jangan sampai terlewat
Tidak Ada Jadwal
Saat ini belum ada webinar yang tersedia. Silakan cek kembali nanti.
Terlaksana
Webinar sudah tayang
Tidak Ada Jadwal
Saat ini belum ada webinar yang tersedia. Silakan cek kembali nanti.
Tutorial Akses Pembelajaran LMS Kemenkes
Tonton video ini untuk pendaftar webinar ber-SKP Kemenkes


