Webinar 12 September 2026_Oral-Systemic Connection: Peran Strategis Dokter Gigi dalam Deteksi Dini dan Tata Laksana Penyakit
Kesehatan rongga mulut tidak lagi dapat dipandang sebagai entitas yang terpisah dari kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Konsep oral-systemic connection semakin mendapatkan perhatian dalam praktik klinis modern, di mana berbagai penelitian menunjukkan adanya hubungan erat antara penyakit oral khususnya periodontitis dengan berbagai penyakit sistemik seperti diabetes melitus, penyakit kardiovaskular, gangguan kehamilan, hingga penyakit inflamasi kronis lainnya. Hal ini menegaskan bahwa rongga mulut dapat menjadi cerminan awal dari kondisi sistemik yang mendasari.
Dokter gigi memiliki posisi strategis sebagai frontline health professional dalam mendeteksi tanda-tanda awal penyakit sistemik melalui manifestasi klinis di rongga mulut. Lesi mukosa, perubahan jaringan periodontal, hingga kondisi inflamasi kronis dapat menjadi indikator penting yang sering kali muncul lebih awal sebelum gejala sistemik terdiagnosis secara medis. Namun demikian, peran ini belum sepenuhnya dioptimalkan dalam praktik sehari-hari, baik karena keterbatasan pemahaman lintas disiplin maupun kurangnya integrasi dalam sistem pelayanan kesehatan.
Di sisi lain, hubungan dua arah antara penyakit oral dan sistemik juga menuntut pemahaman yang lebih mendalam mengenai mekanisme patogenesis yang mendasari. Interaksi kompleks antara respon imun, inflamasi kronis, dan faktor mikrobiologi menjadi dasar penting dalam menentukan strategi tatalaksana yang efektif dan komprehensif. Tanpa pendekatan yang terintegrasi, penanganan yang dilakukan berpotensi tidak optimal dan dapat meningkatkan risiko komplikasi jangka panjang.
Selain itu, dampak penyakit sistemik terhadap kesehatan rongga mulut juga tidak dapat diabaikan. Kondisi seperti diabetes yang tidak terkontrol, gangguan hematologi, maupun efek samping terapi medis tertentu dapat memperburuk status kesehatan oral pasien. Oleh karena itu, kolaborasi interprofesional antara dokter gigi, dokter spesialis penyakit dalam, serta tenaga kesehatan lainnya menjadi kunci dalam memberikan pelayanan kesehatan yang holistik dan berorientasi pada pasien.
Berdasarkan hal tersebut, diperlukan suatu forum ilmiah yang mampu meningkatkan pemahaman, memperkuat kompetensi, serta mendorong sinergi antar profesi dalam mengelola keterkaitan antara kesehatan oral dan sistemik. Webinar ini diharapkan dapat menjadi wadah edukasi yang komprehensif bagi tenaga kesehatan untuk memahami peran strategis dokter gigi dalam deteksi dini penyakit sistemik, mengkaji interaksi patogenesis antara penyakit oral dan sistemik, serta memperkuat kolaborasi interprofesional dalam praktik klinis sehari-hari.
Dengan demikian, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dapat tercapai melalui pendekatan yang lebih integratif, preventif, dan berbasis bukti (evidence-based practice), sejalan dengan tuntutan pelayanan kesehatan modern.
Sabtu 12 September 2026
Jam 07.30 WIB
Tema: "Oral-Systemic Connection: Peran Strategis Dokter Gigi dalam Deteksi Dini dan Tata Laksana Penyakit"
Narasumber Ahli:
1. Prof. drg. Tetiana Haniastuti M.Kes., Ph.D, PBO
2. Dr.drg.Pitu Wulandari,S.Psi.,Sp.Perio Subsp MP (K)
3. dr. Diana Novitasari, Sp. PD, K-EMD, FINASIM
Webinar 13 Juni 2026_Critical Care Nutrition dalam Praktik Klinis ICU: Update Ilmiah, Asuhan Gizi, dan Kolaborasi Interprofesional
Pasien kritis yang dirawat di Intensive Care Unit (ICU) merupakan kelompok dengan risiko tinggi mengalami malnutrisi, gangguan metabolik, serta penurunan fungsi organ yang signifikan. Kondisi kritis memicu respons stres metabolik yang kompleks, sehingga kebutuhan nutrisi menjadi sangat spesifik, dinamis, dan memerlukan penanganan berbasis bukti terkini. Oleh karena itu, Critical Care Nutrition memegang peranan krusial sebagai bagian integral dari tatalaksana pasien kritis untuk mendukung penyembuhan, menurunkan angka komplikasi, serta meningkatkan luaran klinis.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan riset terkini telah menghasilkan berbagai pembaruan (recent updates) dalam praktik nutrisi perawatan kritis, termasuk rekomendasi terbaru terkait waktu inisiasi nutrisi, pemilihan rute pemberian, komposisi zat gizi, serta penyesuaian nutrisi pada kondisi khusus seperti sepsis, gagal organ, dan pasien dengan ventilasi mekanik. Pembaruan ini menuntut tenaga kesehatan, khususnya di rumah sakit, untuk terus memperbarui kompetensi agar praktik klinis yang diterapkan tetap aman, efektif, dan sesuai standar pelayanan berbasis bukti (evidence-based practice).
Selain itu, penerapan Medical Nutrition Therapy (MNT) yang sistematis melalui Nutrition Care Process (NCP) pada pasien kritis menjadi tantangan tersendiri. Kompleksitas kondisi klinis pasien ICU menuntut kemampuan asesmen nutrisi yang komprehensif, penetapan diagnosis gizi yang tepat, intervensi nutrisi yang terukur, serta monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan. Ketepatan penerapan MNT dan NCP pada pasien critical ill sangat bergantung pada kompetensi profesional serta koordinasi tim pelayanan kesehatan.
Pelayanan nutrisi di ICU juga tidak dapat berjalan optimal tanpa adanya kolaborasi interprofesional yang kuat. Dokter, dietisien/nutrisionis, perawat, apoteker, dan tenaga kesehatan lainnya memiliki peran saling melengkapi dalam pengambilan keputusan klinis terkait nutrisi pasien kritis. Kolaborasi yang efektif di lingkungan ICU terbukti meningkatkan keselamatan pasien, kualitas pelayanan, serta efisiensi tata laksana perawatan intensif.
Berdasarkan hal tersebut, webinar SKP dengan tema besar “Critical Care Nutrition” diselenggarakan sebagai upaya peningkatan kompetensi tenaga kesehatan melalui pemahaman pembaruan terkini nutrisi perawatan kritis, penguatan penerapan MNT & NCP pada pasien kritis, serta penguatan kolaborasi interprofesional di ICU. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung praktik klinis yang profesional, bermutu, dan sesuai standar pelayanan kesehatan, sekaligus berkontribusi pada peningkatan kualitas perawatan pasien kritis di fasilitas pelayanan kesehatan
Sabtu 13 Juni 2026
Jam 07.30 WIB
Tema : “Critical Care Nutrition dalam Praktik Klinis ICU: Update Ilmiah, Asuhan Gizi, dan Kolaborasi Interprofesional”
Narasumber Ahli :
Jill Ayu Dewanti, S.Gz, M.Gizi, RD, FISQua, AIFO, CHNMP, CHAE, CHMEE, CHCEE, CCNCP
Fitri Hudayani, SST, S.Gz, MKM, RD
dr. Maulitia Neny Yusuprihastuti Sp.An-TI, Subsp. TI (K) , FISQua , AIFO-K
Tentang LKP Yapindo
PT Yapindo Jaya Abadi adalah lembaga kursus pelatihan kesehatan terkemuka yang berlokasi di
Jl. Tanjung Duren Raya No.89 C, Jakarta Barat. Kami berkomitmen untuk memberikan pendidikan
dan pelatihan berkualitas tinggi bagi individu yang ingin mengembangkan keterampilan dan
pengetahuan di bidang kesehatan. Dengan lingkungan belajar yang mendukung, kami menginspirasi
peserta untuk mencapai potensi terbaik mereka.
Visi & Misi
Visi:
Menjadi lembaga pelatihan kesehatan terpercaya di Indonesia, mencetak tenaga profesional yang kompeten, etis, dan siap menghadapi tantangan global.
Misi:
Menyediakan program pelatihan kesehatan berbasis kebutuhan industri.
Meningkatkan keterampilan peserta melalui pendekatan pembelajaran praktis dan inovatif.
Mendukung pengembangan karier dengan sertifikasi yang diakui secara nasional dan internasional.
Legalitas
Sertifikat Merk
No. Pendaftaran: IDM001387802
Izin Operasional LKP
NOMOR 1/A.5a/31.73.02.1005.16.K-2/3/TM.08.18/e/2025
Nomor Induk Berusaha (NIB)
NIB: 0220200351087
Jangan Sampai Terlewat Update Webinar Kami!
Gabung Channel Whatsapp LKP Yapindo, Gratis!
Webinar Terbaru
Jangan sampai terlewat
Tidak Ada Jadwal
Saat ini belum ada webinar yang tersedia. Silakan cek kembali nanti.
Muat Ulang
Terlaksana
Webinar sudah tayang
Tidak Ada Jadwal
Saat ini belum ada webinar yang tersedia. Silakan cek kembali nanti.
Muat Ulang
Tutorial Akses Pembelajaran LMS Kemenkes
Tonton video ini untuk pendaftar webinar ber-SKP Kemenkes