lkpyapindo
wave

Webinar 02 Mei 2026_Disaster Health Management: Learn the Basics.

Bencana alam maupun non-alam merupakan peristiwa yang dapat terjadi secara tiba-tiba dan berdampak luas terhadap kesehatan masyarakat. Indonesia sebagai negara yang berada di wilayah cincin api Pasifik memiliki risiko tinggi terhadap gempa bumi, tsunami, banjir, letusan gunung api, serta bencana lainnya. Kondisi ini menuntut kesiapsiagaan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan yang cepat, tepat, terkoordinasi, dan sesuai standar profesional. Dalam situasi bencana, manajemen kesehatan tidak hanya berfokus pada aspek klinis, tetapi juga mencakup sistem koordinasi, pengambilan keputusan, komunikasi lintas sektor, serta kepatuhan terhadap aspek etik dan legal. Pemahaman mengenai Konsep Dasar Disaster Health Management menjadi fondasi penting bagi tenaga kesehatan agar mampu berperan secara efektif dalam fase mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga rehabilitasi. Selain itu, penerapan sistem komando seperti Incident Command System (ICS) atau yang dikenal dalam konteks penanganan bencana sebagai Incident Command Center sangat krusial untuk memastikan koordinasi yang terstruktur, pembagian tugas yang jelas, serta optimalisasi sumber daya di lapangan. Tanpa sistem komando yang baik, respons kesehatan dapat berjalan tidak efektif dan berisiko menimbulkan kekacauan dalam pelayanan korban. Di sisi lain, penatalaksanaan korban bencana juga harus memperhatikan aspek etik dan legal, termasuk prinsip triase, informed consent dalam kondisi darurat, perlindungan hak pasien, serta tanggung jawab profesional tenaga kesehatan. Pemahaman yang komprehensif terhadap aspek ini akan membantu tenaga kesehatan mengambil keputusan yang tepat secara klinis maupun hukum, terutama dalam situasi dengan keterbatasan sumber daya. Oleh karena itu, Webinar SKP dengan tema “Disaster Health Management: Learn the Basics” diselenggarakan sebagai upaya peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dalam memahami dasar-dasar manajemen kesehatan bencana, sistem komando insiden, serta aspek etik dan legal dalam penatalaksanaan korban bencana. Diharapkan kegiatan ini dapat memperkuat kapasitas profesional tenaga kesehatan dalam menghadapi situasi bencana secara sistematis, terkoordinasi, dan bertanggung jawab. Sabtu 2 Mei 2026 Jam 07.00 WIB Tema : "Disaster Health Management: Learn the Basics" Narasumber Ahli : dr. Fahmi Anshori, SpOT dr. Zecky Eko Triwahyudi, SpOT., SubspCO(K)., MARS., MM dr. Syarifah Hidayah Fatriah, SpFM

webinar-sample
wave

Webinar 25 April 2026_Tatalaksana Komprehensif Apendisitis Akut: Sinergi Bedah, Anestesi, dan Keperawatan Luka dalam Pencegahan Komplikasi.

Apendisitis akut merupakan salah satu kasus kegawatdaruratan bedah abdomen yang paling sering dijumpai di fasilitas pelayanan kesehatan. Penanganan yang cepat, tepat, dan terintegrasi sangat menentukan keberhasilan terapi serta pencegahan komplikasi, baik intraoperatif maupun pascaoperasi. Keterlambatan diagnosis dan tatalaksana yang tidak optimal dapat meningkatkan risiko perforasi, infeksi luka operasi, nyeri pascaoperasi berkepanjangan, hingga perpanjangan lama rawat inap. Dalam praktik klinis modern, tatalaksana apendisitis akut tidak lagi hanya berfokus pada tindakan bedah semata, namun membutuhkan pendekatan komprehensif yang melibatkan sinergi antarprofesi, khususnya dokter bedah, dokter anestesi, dan tenaga keperawatan. Strategi bedah yang tepat dan berbasis evidence-based medicine berperan penting dalam menurunkan angka komplikasi pascaoperasi. Di sisi lain, peran anestesi dalam konsep Enhanced Recovery After Surgery (ERAS) menjadi kunci dalam optimalisasi kondisi pasien sejak fase induksi, intraoperatif, hingga pemulihan pascaoperasi. Selain aspek bedah dan anestesi, perawatan luka pascaoperasi yang aman dan nyaman juga merupakan komponen esensial dalam proses penyembuhan. Manajemen luka yang baik dapat mencegah terjadinya infeksi, mempercepat penyembuhan, serta meningkatkan kenyamanan dan kepuasan pasien. Oleh karena itu, kompetensi tenaga keperawatan dalam melakukan perawatan luka post operasi sesuai standar dan perkembangan terkini menjadi sangat krusial. Berdasarkan hal tersebut, Webinar SKP dengan tema “Tatalaksana Komprehensif Apendisitis Akut: Sinergi Bedah, Anestesi, dan Keperawatan Luka dalam Pencegahan Komplikasi” diselenggarakan sebagai wadah pembaruan ilmu dan penguatan kolaborasi interprofesional. Webinar ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman, keterampilan, serta keselarasan praktik klinis tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan yang aman, efektif, dan berorientasi pada pencegahan komplikasi serta peningkatan luaran pasien apendisitis akut Sabtu 25 April 2026 Jam 07.00 WIB Tema : “Tatalaksana Komprehensif Apendisitis Akut: Sinergi Bedah, Anestesi, dan Keperawatan Luka dalam Pencegahan Komplikasi” Narasumber Ahli : dr. Tri Edhie Wicaksono, Sp.B, Subsp.BD(K) dr. Dipa Yuniharilmy, Sp.An-TI Ninditya Diahningsih Permatasari, S.Kep. Ns, CBWN, CWCCA

webinar-sample
wave

Webinar 13 Juni 2026_Critical Care Nutrition dalam Praktik Klinis ICU: Update Ilmiah, Asuhan Gizi, dan Kolaborasi Interprofesional

Pasien kritis yang dirawat di Intensive Care Unit (ICU) merupakan kelompok dengan risiko tinggi mengalami malnutrisi, gangguan metabolik, serta penurunan fungsi organ yang signifikan. Kondisi kritis memicu respons stres metabolik yang kompleks, sehingga kebutuhan nutrisi menjadi sangat spesifik, dinamis, dan memerlukan penanganan berbasis bukti terkini. Oleh karena itu, Critical Care Nutrition memegang peranan krusial sebagai bagian integral dari tatalaksana pasien kritis untuk mendukung penyembuhan, menurunkan angka komplikasi, serta meningkatkan luaran klinis. Perkembangan ilmu pengetahuan dan riset terkini telah menghasilkan berbagai pembaruan (recent updates) dalam praktik nutrisi perawatan kritis, termasuk rekomendasi terbaru terkait waktu inisiasi nutrisi, pemilihan rute pemberian, komposisi zat gizi, serta penyesuaian nutrisi pada kondisi khusus seperti sepsis, gagal organ, dan pasien dengan ventilasi mekanik. Pembaruan ini menuntut tenaga kesehatan, khususnya di rumah sakit, untuk terus memperbarui kompetensi agar praktik klinis yang diterapkan tetap aman, efektif, dan sesuai standar pelayanan berbasis bukti (evidence-based practice). Selain itu, penerapan Medical Nutrition Therapy (MNT) yang sistematis melalui Nutrition Care Process (NCP) pada pasien kritis menjadi tantangan tersendiri. Kompleksitas kondisi klinis pasien ICU menuntut kemampuan asesmen nutrisi yang komprehensif, penetapan diagnosis gizi yang tepat, intervensi nutrisi yang terukur, serta monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan. Ketepatan penerapan MNT dan NCP pada pasien critical ill sangat bergantung pada kompetensi profesional serta koordinasi tim pelayanan kesehatan. Pelayanan nutrisi di ICU juga tidak dapat berjalan optimal tanpa adanya kolaborasi interprofesional yang kuat. Dokter, dietisien/nutrisionis, perawat, apoteker, dan tenaga kesehatan lainnya memiliki peran saling melengkapi dalam pengambilan keputusan klinis terkait nutrisi pasien kritis. Kolaborasi yang efektif di lingkungan ICU terbukti meningkatkan keselamatan pasien, kualitas pelayanan, serta efisiensi tata laksana perawatan intensif. Berdasarkan hal tersebut, webinar SKP dengan tema besar “Critical Care Nutrition” diselenggarakan sebagai upaya peningkatan kompetensi tenaga kesehatan melalui pemahaman pembaruan terkini nutrisi perawatan kritis, penguatan penerapan MNT & NCP pada pasien kritis, serta penguatan kolaborasi interprofesional di ICU. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung praktik klinis yang profesional, bermutu, dan sesuai standar pelayanan kesehatan, sekaligus berkontribusi pada peningkatan kualitas perawatan pasien kritis di fasilitas pelayanan kesehatan Sabtu 13 Juni 2026 Jam 07.30 WIB Tema : “Critical Care Nutrition dalam Praktik Klinis ICU: Update Ilmiah, Asuhan Gizi, dan Kolaborasi Interprofesional” Narasumber Ahli : Jill Ayu Dewanti, S.Gz, M.Gizi, RD, FISQua, AIFO, CHNMP, CHAE, CHMEE, CHCEE, CCNCP Fitri Hudayani, SST, S.Gz, MKM, RD dr. Maulitia Neny Yusuprihastuti Sp.An-TI, Subsp. TI (K) , FISQua , AIFO-K

webinar-sample
wave

Webinar 16 Mei 2026_Akurasi dan Spesifisitas Diagnosis Klinis sebagai Kunci Mutu Pelayanan dan Keberhasilan Klaim BPJS

Dalam era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), akurasi dan spesifisitas diagnosis klinis memegang peranan sentral dalam menjamin mutu pelayanan kesehatan sekaligus keberhasilan klaim BPJS Kesehatan. Diagnosis yang ditegakkan secara tepat, didukung oleh pemeriksaan penunjang yang akurat, tidak hanya menentukan ketepatan terapi, tetapi juga menjadi dasar utama dalam penetapan kode diagnosis (ICD-10) yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Pemeriksaan laboratorium memiliki kontribusi penting dalam memperkuat penegakan diagnosis klinis. Ketepatan pemilihan jenis pemeriksaan, kualitas hasil laboratorium, serta interpretasi yang sesuai dengan kondisi klinis pasien akan meningkatkan spesifisitas diagnosis. Tanpa dukungan hasil laboratorium yang akurat dan relevan, diagnosis berpotensi menjadi kurang spesifik, yang dapat berdampak pada ketidaksesuaian pengkodean ICD-10 serta meningkatnya risiko klaim BPJS yang tertunda, dikembalikan, atau bahkan ditolak. Selain itu, validitas kode ICD-10 sangat bergantung pada keselarasan antara dokumentasi klinis, hasil pemeriksaan penunjang, dan kaidah pengkodean yang berlaku. Ketidaktepatan dalam penulisan diagnosis maupun pengkodean tidak hanya berdampak administratif, tetapi juga mencerminkan mutu pelayanan klinis dan tata kelola fasilitas pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, kolaborasi yang efektif antara tenaga medis, tenaga laboratorium, serta perekam medis menjadi kunci dalam menghasilkan diagnosis yang spesifik, akurat, dan sesuai standar. Berdasarkan kondisi tersebut, diperlukan peningkatan pemahaman dan kompetensi tenaga kesehatan terkait peran pemeriksaan laboratorium yang akurat serta penerapan pengkodean ICD-10 yang valid dalam mendukung spesifisitas diagnosis dan keberhasilan klaim BPJS. Webinar ini diselenggarakan sebagai wadah edukasi dan diskusi ilmiah untuk memperkuat sinergi lintas profesi dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, kepatuhan terhadap standar klinis, serta optimalisasi proses klaim BPJS Kesehatan. Sabtu 16 Mei 2026 Jam 07.00 WIB Tema : “Akurasi dan Spesifisitas Diagnosis Klinis sebagai Kunci Mutu Pelayanan dan Keberhasilan Klaim BPJS” Narasumber Ahli : dr. Rosreri, Sp.PK Sri Erna Utami, SKM, M.Kes (MARS) Ageng Bagas Novantoro, A.Md, SKM

webinar-sample

Tentang LKP Yapindo

PT Yapindo Jaya Abadi adalah lembaga kursus pelatihan kesehatan terkemuka yang berlokasi di Jl. Tanjung Duren Raya No.89 C, Jakarta Barat. Kami berkomitmen untuk memberikan pendidikan dan pelatihan berkualitas tinggi bagi individu yang ingin mengembangkan keterampilan dan pengetahuan di bidang kesehatan. Dengan lingkungan belajar yang mendukung, kami menginspirasi peserta untuk mencapai potensi terbaik mereka.

featured-logo

Visi & Misi

Visi:

Menjadi lembaga pelatihan kesehatan terpercaya di Indonesia, mencetak tenaga profesional yang kompeten, etis, dan siap menghadapi tantangan global.

Misi:

  • Menyediakan program pelatihan kesehatan berbasis kebutuhan industri.
  • Meningkatkan keterampilan peserta melalui pendekatan pembelajaran praktis dan inovatif.
  • Mendukung pengembangan karier dengan sertifikasi yang diakui secara nasional dan internasional.

Legalitas

legal-docs

Jangan Sampai Terlewat Update Webinar Kami!

Gabung Channel Whatsapp LKP Yapindo, Gratis!

patterm

Webinar Terbaru

Jangan sampai terlewat

Tidak Ada Jadwal

Saat ini belum ada webinar yang tersedia. Silakan cek kembali nanti.

Terlaksana

Webinar sudah tayang

Tidak Ada Jadwal

Saat ini belum ada webinar yang tersedia. Silakan cek kembali nanti.

Tutorial Akses Pembelajaran LMS Kemenkes

Tonton video ini untuk pendaftar webinar ber-SKP Kemenkes

rhone